Selasa, 08 November 2016

HUJAN




Turunnya hujan,
Menambah kedinginan,
Dinginnya menusuk hingga ke tulang rusuk,
Dinginnya menguapkan segala emosi masa lalu,
Segala kenangan akan dirimu,

Aku sendu,
Aku rindu,
Mendengar nama mu disebut,
Hati ini berharap dengan lebih,
Berharap kau baik-baik saja,
Berharap kau ingat wajah ku,
Berharap kau datang kembali pada ku.

Hujan semakin deras,
Tajamnya hentaman hujan,
Menyeruak bunyi yang menggetarkan hati.

Dulu ada kau yang memelukku,
Kini,
Hanya ada kesendirian dan dingin malam yang merangkul.



Jumat, 04 November 2016

Ucapan mu



Malam semakin berlalu,
Jujur,
Kelopak mata ini tak mampu terangkat,
Ku baca pesan mu,
Terbelalak mata,
Melompat kaget diriku,

Ucapan mu,
Bagai gumpalan kekecewaan yang menabrak,
Aku terpaku,
Aku terdiam,
Tak tahu mana yang benar,

Ucapan mu,
Begitu mudah kau hempas,
Tak tahu bagaimana jiwa yang membacanya,

Dengan sejuta pengikut mu,
Kata-kata ku tak mungkin diindahkan,
Aku sudah merasa pesimis,
Karena tidak seharusnya
Orang menganggap dirinya suci,
Orang berdosa pun,
Tak sadar melakukan dosa,

Omong kosong,
Begitu mereka anggap tulisan ku,
Tapi,
ku pikir lagi,
Kau,
Mungkin lelah,
Mungkin muak,
Mungkin bosan,
Dengan segala hal,
hal yang harus kau benarkan,
hal yang harus kau luruskan,
dan hal yang harus kau lakukan,

Aku hanya berharap,
Apa yang mereka katakan,
Bisa menjadi benar,
Tentang artinya "SATU" !

 
©Suzanne Woolcott sw3740 Tema diseñado por: compartidisimo