Menyusuri jalan setapak sendiri,
Mata ini tak sempat menatap ke segala arah,
Tertunduk kepala,
Takut aku tersandung batu,
Kau terasa terlewatkan,
Suaramu membuyarkan lamunanku,
Tanpa sadar kepalaku terangkat,
Mata memaksa menelusuri jejak suara itu,
Ku yakinkan itu bukan dirimu,
Tapi hati tak cukup kuat untuk percaya,
Dari jauh,
Kau palingkan wajahmu,
Seakan memberi isyarat,
Bahwa benar dikau adanya,
Serpihan masa lalu,
Masih ingatkah dengan daku,
Yang selalu menantimu,
Menanti sapaan,
Menanti kata-kata pedasmu,
Menanti sanjungan,
Menanti gombalan,
Menanti senyum mu,
Yang meronakan pipiku.

